FILSAFAT MANUSIA
Pengertian, Hakikat, Metode dan Tujuan 23 September 2014
Pengertian, Hakikat, Metode dan Tujuan 23 September 2014
Apa itu filsafat? Perenungan kefilsafatan?
¡ Filsafat
: philein (mencintai); sophia (kebijaksanaan)
¡ Filsafat
sebagai perenungan dicirikan oleh:
§ Mengkaji
segala hal secara kritis
§ Menggunakan
metode dialektis
§ Berusaha
mencapai realitas terdalam (arkhe)
§ Bertujuan
menangkap tujuan ideal realitas
§ Mengetahui
bagaimana harus hidup sebagai manus
¡ Jadi…
§ Filsafat
sebagai hasil perenungan
§ Filsafat
sebagai kritik
§ Filsafat
sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, sistematis,
rasional, runtut, radikal dan bertanggungjawab
Berikut adalah Pembagian FilsafatLalu, Apa itu filsafat manusia?
1.Bagian filsafat yang mengupas
apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia
2.Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia
3.Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia.
4.Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
2.Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia
3.Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia.
4.Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Apa
perlunya mempelajari filsafat manusia?
1.Manusia
adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti
yang dalam dari “yang ada”
2.Manusia
bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
* Boleh
saja tidak harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan
mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
Sulitkah
berfilsafat tentang manusia?
- Ya, karena seolah tak berguna atau tak mungkin
- Zaman sekarang banyak ilmu yang mengkaji manusia yang memperkaya dan memperdalam pengetahuan tentang manusia. Lalu, apa perlunya lagi filsafat manusia?
- Karena belum cukup!
- Para filsuf saling bertentangan, mungkin mereka juga salah.
- Karenanya, ingat tujuan filsafat di atas tadi
Jadi masih
perlu dan masih mungkinkah berfilsafat manusia?
¢ Masih
¢ Pandangan yang bertentangan antar
filsuf dapat diatasi dan diperdamaikan
¢ “kesalahan” para filsuf dapat
dikoreksi lagi
¢ Sayang bukan bila tidak mendalami
ajaran filosofis yang begitu mendalam dari para filsuf a.l:
Plato
Aristoteles
Merleau-Ponty
Paul Ricoeur
Martin Heidegger
Soren Kierkegaard
Emmanuel Levinas
Gabriel Marcel
Jacques Lacan
Jacques Derrida dll
¢ Konsepsi mereka begitu mendalam dan
holistik
Istilah
terkait filsafat manusia
Dulu:
1.
Psikologi
filosofis
2.
Psikologi
rasional
Sekarang:
- Filsafat manusia
- Antropologi filofis
Mengapa
istilah ini lebih tepat? Keutuhan/tak hanya mempelajari jiwa, tapi tubuh dan
jiwa, roh dan daging (tubuh, jiwa, roh?)
Jadi,
relevankah filsafat manusia?
• Ya, manusia itu dinamis, misteri dan
paradoksal
• Alasan:
1. Dengan bertanya manusia mewujudkan
hakikat kemanusiaannya
2. Dengan mendalami manusia, manusia
mengenal dirinya lebih baik
3. Sebagai konsekuensi no.2 di atas,
filsafat manusia mengantar manusia semakin bertanggung jawab terhadap dirinya
dan sesama. Misalnya kata Karl Marx, Erich Fromm dan E. Levinas
METODE
FILSAFAT MANUSIA
¡ Sebagai bagian dari filsafat, cara
kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya
¡ Yaitu: refleksi, analisa
transendental dan sintesa
¡ Juga: ekstensif, intensif dan kritis
Objek
filsafat manusia
¡ Objek material: manusia
¡ Objek formal: esensi manusia,
strukturnya yang fundamental
¡ Struktur fundamental bukan fisik melainkan
struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia,
dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan
penginderaan.
Pertanyaan
apa saja yang hendak dijawab?
¡ Apakah manusia itu?
¡ Siapakah manusia itu?
¡ Apakah makna eksistensi manusia?
¡ Apakah artinya manusia dan bagaimana
masa depan manusia?
Dalam
kehebohan tentang kloning…
¡ Apa artinya hidup yang manusiawi?
¡ Apakah artinya pro-kreasi?
¡ Apakah manusia boleh menciptakan
manusia dengan teknologi paling mutakhir?
¡ Apakah manusia boleh mengubah
“kodratnya”?
¡ Apakah tanggung jawab manusia?
¡ Apakah manusia boleh dijadikan objek
eksperimen?
¡ Apa artinya “yang kodrati” itu?
Kata Max
Scheler dan Heidegger
¡ Tak ada zaman, seperti zaman
sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi
problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang
pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan
tentang identitasnya
Kata A.
Heschel tentang filsafat manusia dalam “Who is man?” Stanford University Press,
1965
¡ “filsafat mempunyai perhatian
terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini atau itu. setiap
ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi, kedokteran, psikologi,
sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya usaha mereka, mereka
tetap membatasi totalitas dari individu dengan memandangnya dari segi salah
satu fungsi, atau dari dorongan tertentu. Pengetahuan kita tentang manusia
terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan keseluruhan dengan salah satu
bagian. Kita berusaha menghindari kesalahan itu”
Dari
mana datangnya pertanyaan mengenai manusia?
¡ Kekaguman
¡ Ketakjuban
¡ Frustrasi
¡ Delusi
¡ Pengalaman negatif
“aku
menjadi masalah besar bagi diriku” kata Augustinus yang sedih karena kematian
temannya
“karena
kita adalah manusia yang akan mati…kita tidak akan puas dengan perubahan
formasi sosial melulu, tetapi kita ingin mengetahui persoalan pribadi” (Adam
Schaft)
Refleksi
filosofis tentang manusia dapat tumbuh dari pengalaman akan kehampaan,
alienasi, rutinitas, dan absurditas
sebagaimana digambarkan oleh Albert Camus
¡ Mencari kekhasan manusia
¡ Manusia sebagai “ada-di-dunia”
¡ Evolusi
¡ Antarsubyektivitas (sosialitas
manusia)
¡ Manusia sebagai eksistensi bertubuh
¡ Transendensi
¡ Manusia sebagai roh
¡ Pengetahuan manusia
¡ Kebebasan
¡ Kesejarahan/historisitas
¡ kebudayaan, sains dan teknologi
¡ Dimensi antropologis dari pekerjaan
¡ Manusia sebagai pribadi/persona
¡ Kematian dan harapan
Source : FILSAFAT Power Point
Oleh
Dr. Raja Oloan Tumanggor
Carolus Suharyanto, Lic.Theol.
Mikha Agus Widianto, M.Pd
Bonar Hutapea, M.Si. Psi.
Sekian Postingan dari saya yah....... semoga dapat menambah pengetahuan anda mengenai FILSAFAT :)



