Pages

Senin, 22 September 2014

SILOGISME  & KESESATAN BERPIKIR (FALLACIA) - 22 SEPTEMBER


Hay.. Helloww... Helooww Haii........
Hari ini adalah hari yang membanggakan!!! karena hari ini kami dianggap sebagai angkatan yang paling ACTIVE!!
Aku percaya itu karena bukti tanda bahwa kita benar-benar ingin belajar banyak mengenai FILSAFAT!!!


Saya sendiri merasa SALAH masuk Jurusan hehehe, seharusnya saya masuk Jurusan Ilmu Filsafat, heheheh *Kidding*

Today... Kita belajar mengenai Silogisme dan Kesesatan berpikir!! saya begitu berantusias hari ini !!!
To the POINT aja yaaaa...........


What is Syllogism?
       Silogisme = suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis2) disimpulkan suatu putusan yg baru.
       Prinsip: bila premis benar, maka simpulannya benar.
       Dua macam silogisme: silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.
Silogism Kategoris
       Arti: silogisme yg premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
       Contoh: M – P  Perbuatan jahat itu haram.
                S – M Menghina itu adalah perbuatan jahat.
                S – P  Maka, menghina itu haram.
apabila penalaran baik, silogisme memperlihatkan alasan dan dasarnya.

Note for syllogism :
       Tentukan lebih dulu simpulan. Ciri2nya lwt kata-kata: karena itu, maka dari situ, dll.
       Bila kesimpulan sdh dirumuskan, tentukan alasannya. Alasan ini menunjuk pada M (Term Menengah).
       Bila S dan P sdh diketahui dlm simpulan, susunlah silogisme yg terdiri dr 3 bagian: simpulan (S-P), Premis minor (yg mengandung  S dan M), dan premis mayor (titik tolak penalaran, dmn ada P dan M).
 
SILOGISME KATEGORIS


Dalam SILOGISME KATEGORI MAJEMUK ADALAH HAL YANG SUNGGUH MENYENANGKAN!!! Kita diberikan perintah untuk membuat contoh-contoh dari tiap-tiap jenis Silogisme dibawah ini!!!
Check this out!
 
       Silogisme kategoris tunggal: mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
       Bentuk-bentuk silogisme kategoris tunggal:
            

(1) M adalah S dlm premis mayor dan P dlm permis minor. Aturan: premis minor hrs sbg penegasan, sedang premis mayor bersifat umum.
Mis. M – P Setiap manusia dpt mati (mayor)
                 S – M Aristoteles adalah manusia (minor)
                S – P Jadi, Aristoteles dpt mati (simpulan)Contoh dari saya :
Semua ikan adalah makanan anjing
Nemo adalah ikan
Nemo adalah makanan anjing

(2) M jd P dlm premis mayor dan minor. Aturan: salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum.
                 
Mis 
P – M Lingkaran adalah bentuk bundar (mayor).
S – M Segitiga bukan bentuk bundar (minor) 
S – P Segitiga bukan lingkaran (simpulan). 
Contoh dari saya :
Nasi adalah makanan pokok
Jagung bukanlah makanan pokok
Jadi, Jagung bukan nasi.
 
(3) M menjadi S dlm premis mayor dan minor. Aturan: premis minor hrs berupa penegasan  dan simpulannya bersifat partikular.
                 
Mis
M-P Mahasiswa itu org dg tugas belajar (Mayor)
M-S Ada mahasiswa yg org bodoh (minor)
S-P Jadi, sebagian org bodoh itu org dg tugas belajar (Simpulan)
Contoh dari saya : 
Penyanyi adalah orang yang perlu berlatih vokal
Ada penyanyi yang memiliki suara yang tidak merdu
Jadi, Sebagian Penyanyi yang suaranya tidak merdu, adalah orang yang perlu berlatih vokal.
 
(4) M adalah P dlm premis mayor dan S dlm premis minor. Aturan: premis minor hrs berupa penegasan, sedangkan  Simpulan bersifat partikular. 
Mis.
P – M Influenza itu penyakit (mayor)
M- S Semua penyakit mengganggu kesehatan (minor)
S-P  Jadi, sebagian yg mengganggu kesehatan itu influenza (simpulan) 
Contoh dari saya : 
Stres adalah gangguan pada kondisi psikis
Semua gangguang pada kondisi psikis dapat mengakibatkan potensi bunuh diri
Jadi, Sebagian potensi bunuh diri diakibatkan oleh stres.


SILOGISME KATEGORI MAJEMUK
 

Arti: bentuk silogisme yg premis2nya sangat lengkap, lebih dr tiga premis. Jenis2nya:
Epicherema: silogisme yg salah satu/kedua premisnya disertai alasan.
                Semua arloji bermutu adalah arloji mahal, krn sukar pembuatannya.
                Arloji Mido itu adalah arloji baik, krn selalu tepat dan awet.
                Jadi, arloji Mido adalah arloji mahal

Contoh dari saya :  
Semua laptp canggih adalah laptop yang berharga, karena sukar untuk mendapatkannya.
Macbook adalah laptop keren, karena design-nya Limited Edition
Jadi, Macbook adalah laptop yang berharga.
 
Enthymema: silogisme yg dlm penalarannya tdk mengemukakan semua premis scr eksplisit. Salah satu premis/simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme yg disingkat. Mis. Jiwa manusia adalah rohani. Jadi, tdk akan mati (versi singkat).
                Versi lengkap: Yg rohani itu tdk akan dpt mati.
                Jiwa manusia adalah rohani.
                Maka, jiwa manusia tdk akan dpt mati.
Contoh dari saya :
Orang yang baik hati itu adalah Seorang yang berhati mulia.
Raja adalah  orang yang baik hati.
Maka, Raja adalah seseorang yang berhati mulia.
 
Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yg satu menjadi premis utk silogisme yg lainnya.
Mis
Seseorg yg menginginkan lebih dr yg dimiliki, merasa tdk puas. Seorg yg rakus adalah seseorg yg menginginkan lebih dr yg dimiliki. Jadi, seorg yg rakus merasa tdk puas.
Seorg yg kikir merasa tdk puas. Budi adalah seorg yg kikir. Jadi, Budi merasa tidak puas.
Contoh dari saya : 
Seseorang yang mengarapkan sesuatu yang berlebihan, orang yang tidak akan terpenuhi kebutuhannya. Seseorang yang serakah adalah orang yang selalu mengharapkan sesuatu berlebihan. Jadi seseorang yang serakah tidak akan terpenuhi kebutuhannya.
Seorang yang sombong adalah  orang yang tidak akan terpenuhi kebutuhannya. Jesi adalah seorang yang sombong. Jadi, Jesi adalah orang yang tidak akan terpenuhi kebutuhannya.
 
Sorites: silogisme yg premisnya lebih dr dua. Putusan2 itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dr putusan yg satu jadi subjek putusan berikutnya.
                Org yg tdk mengendalikan keinginannya, menginginkan seribu satu barang.
                Org yg menginginkan seribu satu barang, banyak sekali kebutuhannya. Org yg banyak sekali kebutuhannya, tdk tenteram hatinya. Jadi org yg tdk mengendalikan keinginannya, tdk tenteram hatinnya. Contoh dari saya :

HUKUM SILOGISME KATEGORIS
       Silogisme tdk boleh mengandung lebih dr tiga term (S, M, P). Kurang dr tiga berarti tdk ada silogisme. Lebih dr tiga term artinya tdk ada perbandingan. Ketiga term tetap sama artinya. Dlm silogisme S dan P disatukan oleh perbandingan masing2 dg M.
       M tdk boleh masuk dlm kesimpulan, krn M berfungsi mengadakan perbandingan dg term2.
       Term S dan P dlm simpulan tdk boleh lebih luas dr premis2nya. Jika S dan P dlm premis partikular, maka dlm simpulan tdk boleh universal. Bila dilanggar akan terjadi latius hos (menarik simpulan yg terlalu luas). Mis. Semua lingkaran bulat. Nah, semua lingkaran itu gambar. Maka, Semua gambar itu bulat. (Simpulan salah, mengapa? Bgm yg benar?)
               



KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)

       Fallacia=kesalahan pemikiran dlm logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan krn penalaran yg tdk sehat.
       Kesalahan fakta: Presiden AS Barack Obama lahir di Indonesia. Ahmad lahir dg bintang gemini, maka hidupnya penuh dg persoalan.
       Kesalahan penalaran:
       Klasifikasi: kesesatan formal dan kesesatan informal.
       Kesesatan formal: pelanggaran tdhp kaidah logika, mis. Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi semua pengamen adalah penodong. Apa yg dilanggar?
       Kesesatan informal: menyangkut kesesatan dlm bahasa. Mis. kesesatan diksi. Contoh sbb:
       Penempatan kata depan yg keliru: Antara hewan dan manusia memiliki perbedaan.
       Mengacau posisi subjek atau predikat: Karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
Ungkapan yg keliru: Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu.         
       Amfiboli: sesat krn struktur kalimat bercabang. Mis. Anto Anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari rumah.
       Kesesatan aksen/prosodi: sesat krn penekanan yg salah dlm pembicaraan. Mis. Ada aturan ‘Anda tdk boleh ganggu anak tetangga’. Nah Pak Budi bukan tetangga anda. Maka anda boleh mengganggu anaknya.
       Kesesatan bentuk pembicaraan:sesat krn org menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain. Mis. Berpakaian artinya memakai pakaian. Bersepeda artinya memakai sepeda. Maka, beristeri artinya memakai isteri.
       Kesesatan aksiden: yg aksidental dikacaukan dg hal yang hakiki. Mis. Sawo matang adalah warna. Org Indonesia itu sawo matang. Maka, Org Indonesia itu adalah warna.
       Kesesatan krn alasan yg salah: Konklusi ditarik dr premis yg tak relevan.


KESESATAN PRESUMSI
       Generalisasi tergesa-gesa: Orang Padang pandai memasak.
       Non sequitur (belum tentu): Memang saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu saya berdebat dg dosen tsb.
       Analogi palsu:Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dg membelai kepalanya dan memberi banyak makan.
       Penalaran melingkar (petitio principii): Manusia merdeka krn ia bertanggungjawab dan ia bertanggungjawab krn ia merdeka.
       Deduksi cacat: Barangsiapa sering memberi sumbangan, maka dia pasti org baik. Andi pasti orang baik.
       Pikiran simplistis: Karena ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral.

MENGHINDARI PERSOALAN
       Argumentum ad hominem: Jangan percaya omongannya krn ia bekas narapidana.
       Argumentum ad populum: Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan kita.
       Argumentum ad misericordiam: Seorg terdakwa meminta keringanan hukuman krn mengaku punya banyak tanggungan.
       Argumentum ad baculum: Karena beda pendapat, suka meneror org lain.
       Argumentum ad auctoritatem: Mengutip pendapat Freud mengenai psikoanalisa.
       Argumentum ad ignorantiam: Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
       Argumen utk keuntungan seseorang: Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.
       Non causa pro causa: Org sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sbg penyebabnya.

KESESATAN RETORIS
       Eufemisme/disfemisme: Pembangkang yg dianggap benar disebut reformator. Bila tdk disenangai maka disebut anggota pemberontak.
       Penjelasan retorik: Dia tidak lulus krn tidak teliti mengerjakan  soal.
       Stereotipe: Orang Jawa penyabar. Orang Batak suka menyanyi.
       Innuendo: Sy tdk mengatakan makanan tdk enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
       Loading question: Apakah Anda masih tetap merokok?
       Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
       Downplay: Jangan anggap serius omongannya krn dia hanya buruh bangunan.
       Lelucon/sindiran:
       Hiperbola: membesarbesarkan.
       Pengandaian bukti:studi menunjukkan.
       Dilema semu: Tamu yg menolak kopi, langsung disuguhi sirup.


Source : FILSAFAT Power Point
Oleh

Dr. Raja Oloan Tumanggor
Carolus Suharyanto, Lic.Theol.
Mikha Agus Widianto, M.Pd
Bonar Hutapea, M.Si. Psi.

Sekian Postingan materi hari ini.... thanks for reading. Godblessyou..........


separador

1 komentar:

Unknown mengatakan...

udah bener-bener bagus. saya tidak ragu untk memberikan nilai 98 lagi

Posting Komentar

Followers