AKSIOLOGI DAN METAFISIKA : SEBUAH DILEMA MORAL DAN EKSTENSI 16 SEPTEMBER
Helloww Guys.... Me Again xoxoxoo !!!!
Aksiologi berbicara mengenai "cara penggunaan sebuah ilmu" dan berbagai macam nilai yang ada, serta metafisika yang berhubungan dengan ontologi.
Seperti biasanya, sebelum kita berbicara banyak mengenai aksiologi, kita patut tau dulu yang satu ini!
Aksiologi sediri secara etimologis diambil dari kata "axios" dan "logos", yang memiliki nilai dan ilmu. Aksiologi merupakan sebuah cabang ilmu dalam filsafat yang mempelajari tentang tujuan ataupun nilai guna suatu ilmu bagi seorang manusia.
Aksiologi adalah kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai, khususnya etika.Aksiologi adalah bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusia.
Aksiologi merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis.
Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan nilai.
Nilai yang dimaksud dalam aksiologi dimaksud adalah sesuatu yang
dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang
dinilai.
Seorang aksiolog sendiri harus bisa membedakan antara fakta dan nilai.
Nilai berperanan dalam suasana apresiasi, sementara fakta ditemui dalam
konteks deskripsi. Fakta dapat dilukiskan secara objektif. Misalnya
letusan gunung Merapi.
Letusan bisa punya nilai bagi seorang, namun tidak bagi yang lain.
Fakta sendiri selalu mendahuli nilai, karena sebuah nilai dapat ditarik dari sebuah fakta.
Tiga Ciri Nilai :
1) Nilai berkaitan dengan subjek,
2) Nilai tampil dlm konteks praktis,
3) Nilai menyangkut sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.
Apa yang membuat suatu nilai menjadi nilai moral? Setiap nilai
memperoleh bobot moral bila diikutsertakan dalam tingkah laku moral.
Kejujuran sebagai nilai moral menjadi kosong, bila tidak diikutsertakan
dengan nilai lain seperti nilai ekonomis.
Nilai dibagi dalam 4 kelompok:
1) Nilai yg menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan terdapat dalam objek yg perpadanan dengan makluk punya indera.
2) Nilai-nilai vitalitas - perasaan halus, kasar, luhur dll,
3) Nilai rohani spt nilai estetis (bagus jelek) benar salah (tidak terikat pada permasalah inderawi),
4) Nilai Religius spt yg kudus dan tidak kudus menyangkut objek absolut.
Ada suatu hirarki dari pengelompokkan 4 nilai tersebut: nilai vital
lebih tinggi dr nilai kesenangan, nilai rohani lebih tinggi dr nilai
vital, dst.
Ciri-ciri nilai moral sendiri adalah:
1) Berkaitan dengan tanggungjawab kita sbg manusia. Nilai moral bs diwujudkan dlm perbuatan yg sepenuhnya jd tanggungjawab.
2) Berkaitan dg hati nurani,
3) Mewajibkan, mis nilai moral mewajibkan scr absolut,
4) Bersifat formal: tdk ada nilai moral yg ‘murni’ terlepas dari nilai lain.
Aksiologi dibagi dalam dua bagian, yaitu:
1) Etika (Filsafat Etika),dan
2) Estetika (Filsafat keindahan).
Etika sebagai filsafat yang memuat pendapat, norma, dan istilah moral. Etika sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
Estetika mengkaji tentang prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas
berbagai bentuk seni, yang mengkaji apa tujuan seni, apa peranan rasa
dalam pertimbangan estetika, bagaimana kita bisa menganal karya besar
seni.
Estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang
dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya
Objektivitas dan Subjektivitas:
Nilai itu kadang-kadang bersifat obyektif, namun kadang-kadang bersifat subyektif.
Dikatakan obyektif apabila nilai-nilai tidak tergantung pada subyek atau kesadaran yang menilai.
Tolak ukur suatu gagasan berada pada obyeknya bukan pada subyek yang melakukan penilaian.
Kebenaran tidak tergantung pada kebenaran pada pendapat individu
melainkan pada obyektivitas fakta.Nilai menjadi subyektif apabila subyek
berperan dalam memberikan penilaian, kesadaran manusia menjadi tolak
ukurnya.Dengan demikian, nilai subyektif selalu memerhatikan berbagai
pandangan yang dimiliki akal budi manusia, seperti perasaan yang akan
mengasah kepada suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.
Peranan Nilai Bagi Kita:
1)Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan manusia.
2)Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya 3)melalui tindakan-tindakannya.
4)Menata hubungan sosial dalam masyarakat.
5)Memperkuat identitas kita sebagai manusia
Secara etimologis berarti sesudah fisika. Diambil dari kata "Meta" yang berarti sesudah, dan "physika" berarti fisika.
Salah satu arti dari metafisika sendiri adalah upaya untuk mengkarakterisasi realitas sebagai keseluruhan.
Sekian yang saya dapati hari ini.... Thanks for read. Godblessyou :)


1 komentar:
keren petnasss blognya (y)
gue kasih elu nilai 85 nihhhh
Posting Komentar