ETIKA & MORAL ~ 22 SEPTEMBER
ETIKA berasal dari bahasa Yunani yaitu “ETHOS” yang memiliki arti kebiasaan.
• Istilah
Moral dan Etika sering diperlakukan sebagai dua istilah yang sinonim.
• Hal-hal
yang perlu diperhatikan adanya suatu nuansa dalam konsep dan pengertian moral
dan etika :
• Moral/Moralitas
biasanya dikaitkan dengan system nilai tentang bagaimana kita harus hidup
secara baik sebagai manusia.
PENGERTIAN
ETIKA
• Sistem
nilai ini terkandung dalam ajaran berbentuk :Petuah-petuah, nasihat, wejangan,
peraturan, perintah dan semacamnya yang diwariskan secara turun-temurun melalui
agama atau kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup secara
baik agar ia benar-benar menjadi manusia yang baik.
• Berbeda
dengan moralitas, etika perlu dipahami sebagai sebuah cabang filsafat yang
berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam
hidupnya.
• Nilai
adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang atau kelompok orang dan karena itu
orang atau kelompok itu selalu berusaha untuk mencapainya karena pencapaiannya
sangat memberi makna kepada diri serta seluruh hidupnya. Norma adalah aturan
atau kaidah dan perilaku dan tindakan manusia.
• Sebagai
cabang filsafat, Etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat
dan menggumuli nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan
yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma-norma itu.
• Etika
adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang
menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik
secara pribadi maupun sebagai kelompok
• Etika
adalah perwujudan dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moral
yang siap pakai itu.Keduanya mempunyai fungsi yang sama, yaitu memberi kita
orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini. Tetapi
bedanya, moralitas langsung mengatakan kepada kita :
“Inilah caranya Anda harus melangkah”,
Sedangkan etika justru mempersoalkan:
“Apakah saya harus melangkah dengan cara itu” ?
• Etika
adalah sikap kritis setiap pribadi dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan
moralitas itu. Karena Etika adalah refleksi kritis terhadap moralitas, maka
etika tidak bermaksud untuk membuat orang bertindak sesuai dengan moralitas
begitu saja.
• Etika
memang pada akhirnya menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas,
tetapi bukan karena tindakan itu diperintahkan oleh moralitas (nenek moyang,
orang tua, guru), melainkan karena ia sendiri tahu bahwa hal itu memang baik
baginya. Sadar secara kritis dan rasional bahwa ia memang sudah sepantasnya
bertindak seperti itu.Etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk
bertindak secara otonom dan bukan heteronom.Etika bermaksud
membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggungjawabkan
karena setiap tindakannya selalu lahir dari keputusan pribadi yang bebas dengan
selalu bersedia untuk mempertanggungjawabkan tindakannya itu karena memang ada
alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan yang kuat mengapa ia bertindak
begitu atau begini.
DUA MACAM ETIKA YANG BERKAITAN
DENGAN NILAI DAN NORMA :
• Etika
Deskriptif; Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola
prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai
sesuatu yang bernilai. Etika Deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya,
yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait
dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai
kenyataan penghayatan nilai, tanpa menilai, dalam suatu masyarakat, tentang
sikap orang dalam menghadapi hidup ini, dan tentang kondisi-kondisi yang
memungkinkan manusia bertindak secara etis.
MORAL
Moral
Secara Umum
# Moral adalah Norma (biasanya dirumuskan
dalam bentuk perintah dan larangan ) untuk menata sikap bathin dan perilaku lahiriah.
# Moral dibagi menjadi dua: Moral
filosofis dan moral teologis.
# Moral filosofis didasarkan pada
penalaran akal budi dan pengamatan.
Mis: moral pancasila.
# Moral teologis didasarkan pada wahyu
atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas intansi agama ybs
TUJUAN
MEMPELAJARI ETIKA
• Untuk
menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi
setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu
• Sebagai ilmu, etika bersifat kritis
dan metodis.
BERDASAR
KAJIAN ILMU :
1. Etika
Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk
dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika
bersifat kritis dan metodis.
2.Etika
Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral
seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma,
dsb.
BERDASAR
JENISNYA ETIKA
3. Etika Deskriptif;
Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia
dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang
bernilai.
• Etika
Deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola
perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas
konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai,
tanpa menilai, dalam suatu masyarakat, tentang sikap orang dalam menghadapi
hidup ini, dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak
secara etis.
Domain ETIKA dalam Ranah Ilmu Pengetahuan
BERDASAR
STRUKTUR ETIKA
PENJABARAN
ETIKA UMUM,
berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar, teori-teori
etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam
bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
ETIKA KHUSUS,
merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar
dalam bidang kehidupan yang khusus
ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
•
Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia
terhadap dirinya sendiri.
•
Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola
perilaku
manusia
sebagai anggota umat manusia.
PROFESI
•
Pekerjaan yg mengandalkan ketrampilan dan keahlian
khusus
•
Pekerjaan yg dilakukan sebagai sumber utama nafkah
hidup dg keterlibatan pribadi yg mendalam dalam menekuninya.
•
Pekerjaan yg menuntut pengembangan untuk terus menerus
memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan sesuai perkembangn teknologi.
ETIKA PROFESI
Etika Profesi adalah : Etika sosial yg menyangkut
hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna
profesi tersebut.
CIRI-CIRI
ETIKA PROFESI
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu
melekat pada profesi, yaitu :
•
Adanya pengetahuan khusus,
Biasanya
keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan
pengalaman yang bertahun-tahun.
•
Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.
Hal
ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik
profesi.
•
Mengabdi pada kepentingan masyarakat,
artinya
setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah
kepentingan masyarakat.
•
Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.
Setiap
profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai
kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya,
maka untukmenjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
•
Menjadi anggota dari suatu profesi.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
1. Tanggung jawab
• Terhadap
pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
• Terhadap
dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada
umumnya.
2. Keadilan.
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada
siapa saja apa yang menjadi haknya.
3. Otonomi.
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional
memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
KODE ETIK
• Kode
etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai
landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
TUJUAN KODE
ETIK
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan
para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.
Source : FILSAFAT Power Point
Oleh
Dr. Raja Oloan Tumanggor
Carolus Suharyanto, Lic.Theol.
Mikha Agus Widianto, M.Pd
Bonar Hutapea, M.Si. Psi.
Sekian Postingan materi hari ini.... thanks for reading. Godblessyou..........




3 komentar:
petnas blog nya lengkap. kalo bisa contohnya diperbanyak lagi yaa. 80 buat petnas
blog nya keren bangett lengkap dan gampang dibacanya hehehe kerennn 89 buat lu semangat terus yaaa :D
bagus banget. dan udah lengkap yaaa. tingkatkan terus yaaa... jgn smpe dsni ajaa.... tingkatkan trus.... !!!! 98 buat kmu
Posting Komentar